Masa Non Tahapan, Ini Pesan Lolly dan Totok Kepada Jajaran Bawaslu se-Sultra
|
Kendari, Bawaslu Kota Kendari - Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty mengingatkan jajaran Bawaslu se-Sulawesi Tenggara untuk rutin melakukan penguatan dan konsolidasi di masa non tahapan. Hal ini disampaikan Lolly saat memberikan arahan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengawas Pemilu Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Sulawesi Tenggara, di Pantai Toronipa, Konawe (19/11/2025).
"Saya selalu ingin mengingatkan, jabatan itu sementara. Jabatan itu bisa datang cepat, bisa pergi dengan cepat juga. Oleh karena itu kita harus tetap membumi. Rajin-rajinlah ngopi seperti ini melakukan penguatan konsolidasi karena itu yang penting. Mental kita harus bagus dulu untuk bisa membuat mental bangsa ini jadi lebih baik,"pesannya.
Menurut Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI ini konsolidasi tidak hanya dilakukan secara formal namun juga harus dilakukan dengan cara-cara yang lintas formalitas.
"Teruslah solid, mengingatkan satu sama lain. Karena kita punya tanggung jawab sebagai Bawaslu untuk melaksanakan tugas dengan maksimal. Mari kita galang soliditas dengan cara-cara seperti ini," tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono dalam arahannya mengingatkan bahwa salah satu parameter indeks demokrasi adalah pemilu. Sehingga jika pemilunya baik maka demokrasinya pasti baik.
"Kalau kesadaran berdemokrasinya baik pasti pemilunya juga baik. Sepanjang kesadaran demokrasi itu belum sama, ya pemilunya menjadi brutal. Dan siapa penanggungjawabnya itu? kita,"terangnya.
Menurut Totok, sebagai aparat penyelenggara negara dalam bidang demokrasi, jajaran Bawaslu bertanggungjawab untuk menegakkan demokrasi. Karena kata dia, pekerjaan utama Bawaslu adalah menanamkan kesadaran berdemokrasi.
"Caranya? Ngomong. Soal apa? soal kesadaran, keberanian untuk berbeda pendapat, menyatakan pendapat, berbeda sikap dan menyatakan sikap. Jaminan berbeda pendapat dan berbeda sikap, yang puncaknya ada pada pemilu,"tambahnya.
Namun menurut Totok tugas Bawaslu tak berhenti di proses pemilu saja, namun harus terus memberikan kesadaran berdemokrasi meskipun di luar masa tahapan.
"Untuk ada kesadaran dan kenyamanan. Rasa aman berbeda pendapat, rasa aman untuk menyatakan sikap yang berbeda itu prosesnya panjang. Dan siapa yang bertanggungjawab untuk memberikan kesadaran, keberanian untuk berbeda pendapat dan berbeda sikap? Bawaslu. Karena kita adalah aparat demokrasi,"tegasnya.
Untuk diketahui, kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan ini terlebih dahulu diawali dengan kegiatan Touring Demokrasi dengan rute Kantor Bawaslu Provinsi, Kota Kendari - Pantai Toronipa, Kabupaten Konawe, dengan menempuh jarak sekitar 23 kilometer.
Penulis : Muh. Ahlan