Bawaslu Kota Kendari Gelar Kompas Edisi 23, Bahas Implementasi Sistem dan Server Satu Data
|
Kendari - Bawaslu Kota Kendari menggelar diskusi Kompas (Komunikasi Pusat Analisis Strategis) edisi ke-23 pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat sekretariat ini mengangkat topik “Implementasi Sistem dan Server Satu Data Bawaslu Kota Kendari” sebagai bagian dari penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu di bidang tata kelola data.
Diskusi ini menghadirkan narasumber dan moderator dari staf Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO), Diklat, serta Data dan Informasi (Datin) Bawaslu Kota Kendari. Kehadiran narasumber internal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman teknis sekaligus strategis mengenai arsitektur sistem dan server Satu Data yang akan diimplementasikan di lingkungan Bawaslu kota.
Sebagai pemantik diskusi, Ketua Bawaslu Kota Kendari menyampaikan pandangan awal mengenai urgensi implementasi Satu Data di internal lembaga. Ia menekankan bahwa kebijakan Satu Data bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjamin akurasi, konsistensi, dan keterbukaan data pengawasan pemilu.
“Implementasi Satu Data di Bawaslu Kota Kendari ini bukan hanya soal memenuhi Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2024, tetapi lebih dari itu, ini adalah fondasi agar data pengawasan kita bisa dipertanggungjawabkan, saling terhubung antardivisi, dan bisa digunakan untuk pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Ketua Bawaslu Kota Kendari dalam pernyataannya.
Ketua Bawaslu juga menyoroti bahwa data yang terkelola dengan baik akan berdampak langsung pada kualitas pengawasan, mulai dari pemutakhiran data pemilih, pengawasan tahapan, hingga penanganan temuan dan laporan. Tanpa tata kelola data yang rapi, kata dia, upaya pengawasan berisiko menjadi tidak terarah dan sulit diukur dampaknya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Kota Kendari juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang telah dilakukan jajaran Bawaslu Kota Kendari dalam menyiapkan infrastruktur satu data. Ia menilai langkah ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam membangun budaya data yang kuat di tingkat kota.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh teman-teman di divisi SDMO, Diklat, dan Datin. Ini bukti bahwa Bawaslu Kota Kendari tidak hanya menunggu instruksi dari atas, tetapi aktif menyiapkan sistem dan server Satu Data yang sesuai dengan kebutuhan lokal kita,” tegasnya.
Kegiatan Kompas sendiri merupakan forum internal rutin Bawaslu Kota Kendari yang dikemas secara kreatif dan strategis untuk menjaga ketajaman nalar serta kesiapan personel dalam menghadapi dinamika pengawasan pemilu. Dengan topik Satu Data ini, Bawaslu Kota Kendari ingin memastikan bahwa transformasi digital dan tata kelola data menjadi bagian integral dari kerja pengawasan yang profesional dan akuntabel.
Penulis : Muh. Ahlan