KOMPAS Bawaslu Kendari: Cara Kreatif Asah Analisis dan Mental Pengawas Demokrasi
|
Kendari - Bawaslu Kota Kendari terus berinovasi dalam menjaga ketajaman nalar dan kesiapan jajaran personelnya melalui sebuah forum internal yang dikemas kreatif dan strategis. Melalui program mingguan bertajuk KOMPAS (Komunikasi Pusat Analisis Strategis), Bawaslu Kota Kendari konsisten membedah isu‑isu krusial penegakan demokrasi setiap hari Selasa. Program ini menjadi salah satu upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus ruang konsolidasi gagasan di tingkat internal.
Berbeda dengan banyak forum yang bergantung pada narasumber eksternal, KOMPAS sengaja dirancang untuk memaksimalkan potensi internal Bawaslu Kota Kendari. Forum dikemas interaktif dengan menempatkan para staf sekretariat sebagai narasumber utama secara bergantian. Mereka diberi kepercayaan untuk mempresentasikan materi, menyusun analisis, dan memantik diskusi. Sementara itu, koordinator divisi atau para komisioner Bawaslu Kota Kendari berperan sebagai pemantik diskusi yang melempar stimulus, mengajukan pertanyaan kritis, dan mempertajam arah analisis agar tetap relevan dengan tantangan pengawasan pemilu dan demokrasi.
Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin, S.H., M.H., yang juga membidangi Divisi SDMO, Pendidikan, Pelatihan, dan Data Informasi, menjelaskan bahwa pendekatan “dari kita untuk kita” tersebut bukan hanya dimaksudkan sebagai ruang berbagi pengetahuan, melainkan juga sebagai panggung pelatihan soft skill bagi jajaran sekretariat. Melalui forum ini, para staf dilatih untuk berbicara di depan publik, menyusun argumentasi yang terstruktur, dan menyampaikan pandangan secara percaya diri.
“Melalui skema kolaboratif ini, KOMPAS menjadi motor penggerak untuk mengasah mental, mempertajam analisis, dan mendongkrak kapasitas SDM jajaran sekretariat Bawaslu Kota Kendari agar selalu siap mengawal kualitas demokrasi di Kota Kendari,” ujar Sahinuddin saat menjadi pemantik dalam Kompas edisi perdana, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, forum seperti KOMPAS penting untuk memastikan bahwa staf tidak hanya bekerja secara teknis administratif, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman terhadap isu‑isu demokrasi, regulasi kepemiluan, serta dinamika sosial politik yang mengiringi proses pengawasan pemilu. Dengan begitu, setiap kebijakan, rekomendasi, maupun respons kelembagaan terhadap peristiwa kepemiluan dapat disusun berdasarkan analisis yang matang.
Dengan adanya ruang diskusi taktis yang digelar secara rutin, Bawaslu Kota Kendari optimistis jajaran sekretariatnya mampu melahirkan analisis‑analisis strategis dan solusi responsif dalam menghadapi kompleksitas dinamika pengawasan pemilu ke depan. KOMPAS bukan sekadar agenda rapat mingguan, melainkan diharapkan menjadi “mesin belajar bersama” yang terus menghidupkan budaya intelektual, sikap kritis, dan semangat perbaikan di lingkungan Bawaslu Kota Kendari.
Penulis : La Uwali, Desti T. & Hamzah M.
Editor : Muh. Ahlan