Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Sultra Tegaskan Pentingnya Pengawasan Partisipatif dalam Pembukaan Pendidikan Pengawas di Kendari

Bahari

Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Bahari, S.Si., S.H., M.P., M.H. saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan P2P tingkat Kota Kendari / Foto: Humas

Kendari - Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Bahari,S.Si., S.H., M.P., M.H., hadir dan menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Kendari, Rabu (17/6/2026). Dalam sambutannya, Bahari menekankan bahwa pengawasan partisipatif merupakan pilar penting untuk menjaga kualitas dan integritas penyelenggaraan pemilu.

Bahari menjelaskan bahwa pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif di masa non tahapan ini merupakan upaya Bawaslu untuk memastikan pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan di masa mendatang berjalan dengan baik.

"Ini merupakan bagian dari ikhtiar Bawaslu menghadapi tahapan pemilihan umum maupun pemilihan yang akan datang. Ibaratnya kita di masa non tahapan ini adalah kita menanam benih, menyemai dan tiba saat nanti kita akan panen di masa tahapan pemilu atau pilkada yang akan datang," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kesediaan para peserta dari berbagai elemen yang hadir dan berharap agar mengikuti kegiatan ini dengan baik semua pembelajaran yang diberikan.

"ini adalah bagian dari mencari pengetahuan terkait dengan pengawasan pemilu di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum dan kalau diikuti dengan baik saya kira ini jadi modal awal bisa menjadi bagian dari penyelenggara pemilu baik pengawas pemilu maupun penyelenggara teknis nantinya,"tutupnya.

Kegiatan P2P ini menghadirkan narasumber Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Bane dan Indra Eka Putra . Materi yang disampaikan meliputi teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, teknis permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu hingga teknis pengembangan gerakan partisipatif. Selain sesi materi, peserta mengikuti simulasi pelaporan dugaan pelanggaran pemilu dan diskusi kelompok untuk meningkatkan keterampilan praktis.

Peserta kegiatan P2P kali ini berasal dari perwakilan karang taruna kelurahan, siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Luar Biasa, mahasiswa,  Kwarcab Pramuka hingga Alumni SKPP.

Penulis: Muhamad Ahlan